SMPN 1 Pirak Timu Laksanakan SAT 2026 Berbasis Android Offline, Solusi Efektif dan Ramah Lingkungan
Pirak Timu, Juni 2026 – SMP Negeri 1 Pirak Timu memulai pelaksanaan Sumatif Akhir Tahun (SAT) Tahun Pelajaran 2025/2026 dengan menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) Berbasis Android Offline. Pelaksanaan ujian ini menjadi salah satu langkah inovatif sekolah dalam menghadirkan sistem evaluasi yang lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan kondisi peserta didik.
Keputusan menggunakan CBT Offline berangkat dari hasil evaluasi pelaksanaan SAS semester sebelumnya yang masih menggunakan sistem online. Saat itu, sebagian siswa mengeluhkan keterbatasan paket data, sementara akses Wi-Fi sekolah belum dapat menjangkau seluruh area secara optimal.
Berangkat dari pengalaman tersebut, sekolah mencari alternatif yang lebih ramah bagi siswa tanpa mengurangi kualitas pelaksanaan ujian. Pilihan kemudian jatuh pada penggunaan aplikasi iSpring yang memungkinkan ujian dilaksanakan secara offline menggunakan perangkat Android maupun laptop.
Untuk mendukung implementasi sistem tersebut, menjelang libur Iduladha SMPN 1 Pirak Timu menghadirkan narasumber Bapak Khairuddin, S.Pd., MPd (turor Pembelajaran Mendalam Nasional) ke sekolah guna memberikan pelatihan kepada guru-guru dalam merancang dan merakit soal menggunakan aplikasi iSpring. Selama pelatihan, para guru mempelajari proses penyusunan soal, pengaturan sistem ujian, hingga simulasi pelaksanaan CBT secara mandiri.
Kegiatan pelatihan tersebut menjadi bekal penting bagi guru dalam mempersiapkan pelaksanaan SAT tahun ini. Berbagai tantangan yang muncul selama proses belajar menjadi pengalaman berharga hingga akhirnya seluruh perangkat ujian dapat disiapkan dengan baik.
Pada hari pertama pelaksanaan SAT, suasana ujian berlangsung tertib dan kondusif. Meskipun pada sesi pertama masih terdapat proses penyesuaian baik bagi peserta didik maupun panitia, pelaksanaan pada sesi berikutnya berjalan lebih lancar dan semakin nyaman.
Penerapan CBT Offline memberikan berbagai keuntungan, di antaranya mengurangi ketergantungan terhadap jaringan internet, menghemat penggunaan kertas, mempercepat proses penilaian, serta membantu guru mengurangi waktu dan tenaga dalam mengoreksi hasil ujian secara manual. Selain itu, sistem offline juga meningkatkan keamanan pelaksanaan ujian karena peserta didik tidak dapat mengakses internet untuk mencari jawaban selama ujian berlangsung.
Kepala sekolah dan panitia pelaksana mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan hari pertama SAT 2026. Mulai dari narasumber, operator sekolah, panitia, guru pengawas, hingga seluruh peserta didik yang telah beradaptasi dengan sistem baru ini.
“Transformasi digital di sekolah tidak selalu harus bergantung pada internet. Dengan kreativitas dan kemauan untuk terus belajar, berbagai keterbatasan dapat diubah menjadi peluang untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih baik,” ujar panitia pelaksana.
Melalui pelaksanaan SAT CBT Berbasis Android Offline ini, SMPN 1 Pirak Timu berharap dapat terus mengembangkan inovasi pembelajaran dan penilaian yang efektif, efisien, serta ramah lingkungan.
SMPN 1 Pirak Timu Terdepan, Berinovasi untuk Pendidikan yang Lebih Baik.
